Renungan

Renungan Untuk Kebaikan dan Kesabaran

Friday, July 28, 2006

Membeli Kesuksesan Dengan Sedekah

Membeli Kesuksesan dengan Sedekah

”Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara
penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah!” buka Ustad
Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik sekelilingnya.
Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah
duduk mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan
eliminasi Mimbar Dai TPI. Mereka tekun menyimak penuturan
ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu.

Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat
kesempatan memberikan pembekalan atau pelatihan bagi para
dai muda di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Acara yang
diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu,
berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah
satunya berupa simulasi dengan selembar kertas, yang
mengundang tanya peserta.

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu
merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka
lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri
kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah,
mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit,
sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya.

Padahal dalam surat Al Anâ’am ayat 160, Allah sudah janji
akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi
mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak
perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang
membutuhkan.
1 - 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik
fenomena keajaiban sedekah. Dalam kesempatan tersebut,
Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah
mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan
meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah.

Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh
karena gajinya terlalu kecil. “Supir ini datang ke Klinik
Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya
cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi
1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di
permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri
terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini.
Kemudian ia menunjukkan surat Al Anâ’am 160 dan surat 65
ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi
kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan
berapa kali, Ustad?”

Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad Yusuf
sejenak, al Qur’an hanya untuk dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf
menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya,”Maaf,
boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi?”
Supir itu mengangguk.
”Nggak bakal tersinggung?”

Kembali supir itu mengangguk.
”Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustad Yusuf.
Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya
seratus ribu rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya.
”Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus
kemudian mengangguk dengan terpaksa.
”Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!”
”Kalau nggak, Ustad?”
“Uangnya saya kembaliin!”

Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak
ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari
ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya
ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa
uang 125 ribu rupiah, namun keselip.
Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk
mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam
mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah
amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,”
begitu katanya. Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah .
Jumlahnya 1,5 juta rupiah.

Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.
Kemudian ustad Yusuf bertanya, “Siapa yang belum nikah?”
serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan
semangat, seraya bergurau.
”Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat
permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum
kawin jadi kawin, dan yang udah kawin”
”Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak!
Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah kawin, makin saying”
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita
berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya.
Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas
pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada
penjaga masjid itu, “Maaf, Pak kira-kira masjid ini butuh
apa? Barangkali saya bisa Bantu”

”Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik
masjid. Semeternya 150 ribuân”
Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang
berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat
meter persegi lantai tersebut, “Mudah-mudahan hajat saya
terkabul”, harapnya.
Subhanallah, Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu
juga datang empat orang melamarnya!
”Itulah sedekah!” Ustad Yusuf menantang mata
peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan,
asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang
wartawan mengajak Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk
berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200
Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu
kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan
mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!

Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa
aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak
pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru.
Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya
kejatuhan bulan. Karena orang tuanya ingin naik haji,
tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan
kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia
sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank.

Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia
mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy.
Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil
tersebut. Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%,
seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya.
Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya
dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan
ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau sedekah itu
dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat
menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100
juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.
Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas.

”Dan Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang
dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak
mobil dan lunaslah hutangnya!” seru Ustad Yusuf
berapi-api.
Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua
menebak orang itu meninggal, sehingga di pemilik piutang
mengikhlaskan hutangnya.

”Nggak! koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia cuma pingsan.
Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah
sakit, dia juga melunasi hutangnya!”
Itulah Allah punya cara tersendiri untuk menolong
hamba-Nya.
Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustad muda
berkulit putih ini juga memberikan masukan dan saran
tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience
(baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya
mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial
break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan
mengganti saluran dan tetap menunggu sampai iklan
berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan
orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider),
intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.

Untuk suami ...

RenungkanlahPernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahsia.Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah,tidaklah setaqwa Aisyah pun tidak setabah Fatimah.Justeru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita- cita menjadisolehah ...Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersamasteri menjadi tanah kamu langit penaungnyaIsteri ladang tanaman kamu pemagarnyaIsteri kiasan ternakan kamu gembalanyaIsteri adalah murid kamu mursyidnyaIsteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanyaSaat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnyaseketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanyaseandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya ...Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwaUntuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt. kerana memilikiisteri yang tak sehebat manaJusteru kamu akan tersentak dari alpaKamu bukanlah Rasulullah saw.. Pun bukanlah Sayyidina Ali KaramallahhuwajhahCuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh ... amin.Untuk isteri pula.. renungkanlah...Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahsiaSuami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad saw ...Tidaklah setaqwa IbrahimPun tidak setabah Ayyub atau pun segagah Musa?.apalagi setampan YusufJusteru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita citamembangun keturunan yang soleh...Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersamaSuami menjadi pelindung kamu penghuninyaSuami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinyaSuami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannyaSaat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananyaSeketika suami menjadi bisa kamulah penawar ubatnyaSeandainya Suami bengis lagi lancang sabarlah memperingatkannya..Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita perlunya iman dantaqwa Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swtKerana memiliki suami yang tak segagah manaJusteru kamu akan tersentak dari alpaKamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjagaPun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsaraCuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah ... amin ...Justeru itu wahai para suami dan isteri.jangan menuntut terlalu tinggiseandainya diri sendiri jelas tidak berupayaSuami & isteri ingatlah:Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidaksemulia Rasulullah Tidak perlu mencari isteri secantik Balqis andai diritidak sehebat Sulaiman Mengapa mengharapkan suami setampan Yusofseandainya kasih tak setulus Zulaikha Tidak perlu mencari suami seteguhIbrahim andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah..-Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi-

Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Akhi dan Ukhti

Ane sengaja buat kelas ini untuk saling berbagi, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. so kalo antum punya sedikit nasihat untuk kebaikan dan kesabaran, please, send it to me, dan kita bisa saling mengingatkan.

Syukron jiddan

Wassalamu'alaikum